setelah mencoba cari Uang tambahan dari internet dengan menggunakan bux.to [untuk lebih jelas lihat disini]!
sekarang ada lagi sumber dana yang lumayan...dan patut di coba? yaitu dengan ikut gabung ke duitasyik.com! mekanismenya hampir sama dengan BUX.TO tapi pada duitasyik.com ini kita di bayar per iklan Rp.100,- dan langsung bisa di cairkan setelah mencapai Rp.15.000 (via Paypal)
caranya gampang bgt! gak sampe 3 menit:
1. Register saja ke duitasyik.com, isikan username, password dan email.
2. Untuk klik iklan-iklannya lihat di menu "view ads"
3. Untuk lihat akun kita lihat di "My Account"
selamat mencoba!!
seponsor:
www.blogspot.com
bux.to
duitasyik.com
Tuesday, May 5, 2009
Monday, May 4, 2009
Bikin domain Gratisan plus menghasilkan Uang!!
Pernah masuk ke situs teman Anda yang seperti ini misal sangjolie.co.cc ???
kamu juga bisa daftarin nama domain Anda sendiri dengan akhiran .CO.CC, yang nantinya bisa digunakan atau di redirect [diarahkan] ke blog atau situs yang sudah ada.
caranya sangat gampang sekali:
1. Akses situsnya di www.co.cc
2. Kemudian masukan nama domain yang Anda inginkan! dan klik CHECK AVAILABILITY, jika nama domain terserdia maka kita bisa langsung registrasi [Klik Continue to Registration]

3. Setelah melakukan registrasi, selanjutnya kita Setup! nama domain yg telah di daftarkan
untuk melakukan redirect, misal dari domain saya sangjolie.co.cc dialihkan ke blog saya sangjolie.blogspot.com. Lakukanlah setup pilih no 3! dan isikan form sesuai dengan situs atau blog yang akan Anda alihkan.
bila telah melakukan ini, maka apabila orang mengakses domainAnda.co.cc maka akan dialihkan ke situs atau blog Anda yang sudah diisikan saat setup tadi!!
4. Untuk mendapatkan uang sejumlah $0.10 dari setiap member baru yang mendaftar ke CO.CC melalui Account Anda, maka kita harus daftar dulu dengan memilih menu "Referrals" dan isikan data diri Anda dan Emailnya. kemudian promosikan link Anda. Misal http://www.co.cc/?id=167895
Mungkin itu saja yang bisa disampaikan, selamat mencoba...
sponsor:
http://blogspot.com
http://www.co.cc
http://bux.to
kamu juga bisa daftarin nama domain Anda sendiri dengan akhiran .CO.CC, yang nantinya bisa digunakan atau di redirect [diarahkan] ke blog atau situs yang sudah ada.
caranya sangat gampang sekali:
1. Akses situsnya di www.co.cc
2. Kemudian masukan nama domain yang Anda inginkan! dan klik CHECK AVAILABILITY, jika nama domain terserdia maka kita bisa langsung registrasi [Klik Continue to Registration]

3. Setelah melakukan registrasi, selanjutnya kita Setup! nama domain yg telah di daftarkan
untuk melakukan redirect, misal dari domain saya sangjolie.co.cc dialihkan ke blog saya sangjolie.blogspot.com. Lakukanlah setup pilih no 3! dan isikan form sesuai dengan situs atau blog yang akan Anda alihkan.
bila telah melakukan ini, maka apabila orang mengakses domainAnda.co.cc maka akan dialihkan ke situs atau blog Anda yang sudah diisikan saat setup tadi!!
4. Untuk mendapatkan uang sejumlah $0.10 dari setiap member baru yang mendaftar ke CO.CC melalui Account Anda, maka kita harus daftar dulu dengan memilih menu "Referrals" dan isikan data diri Anda dan Emailnya. kemudian promosikan link Anda. Misal http://www.co.cc/?id=167895
Mungkin itu saja yang bisa disampaikan, selamat mencoba...
sponsor:
http://blogspot.com
http://www.co.cc
http://bux.to
Sunday, February 1, 2009
Obat Kanker
informasi ini saya dapatkan dari forward yg masuk ke email saya tadi siang... dikarenakan info ini cukup penting dan bermanfaat jadi saya coba post disini!!
dibawah ini isi email yg masuk:
Subject: Obat Kanker (Mohon Disebarkan)
bismillahirrohmaani rrohim
Assalamu'alaikum WaRahmatullahi WaBarakahtuh,
Mohon EMail / info dibawah ini
diteruskan / disebarkan kepada Saudara Saudara yang lain .....
siapa tahu ada yang membutuhkan ....
Terima Kasih,
Selamat & Salam
Semoga bermanfaat ....
Dear Rekan rekan
Semoga bermanfaat

JIKA ANDA MAU BERBAIK HATI TERHADAP SESAMA....
TOLONG SEBARKAN INFORMASI INI...
Penyakit Kanker
Sudah Tidak Berbahaya Lagi
Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman
"KELADI TIKUS" (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.
Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. "Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia .
Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti
Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.
Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker
payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus
menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.
"Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan
kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi.
Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan
informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. "Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysiauntuk membeli teh tersebut," ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996.
"Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi,
tapi langsung pulang ke Indonesia ," kenang Patoppoi sambil tersenyum. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.
Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman
tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata,
mereka menemukan tanaman itu di sana . Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di
Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.
Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. "Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.
Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. "Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal," lanjut Boni.
Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh
mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ," kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya.. "Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami," lanjut Patoppoi.
Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar
mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan
pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali."Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil tertawa.
Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi
Dr.Teo melalui fax untukmenginformasik an bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr . Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia.
Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. "Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan.. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.
Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi..
Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos.
Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi,
karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.
Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur
Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang , Malaysia . Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut
mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia . Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live" edisi
revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr.. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya . Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di
Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta , telp. 021-4894745,
dan di Buduran, Sidoarjo.
Cancer Care Malaysiatelah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. "Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita," kata Boni.
Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax ke Dr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus
obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit Malaysia ," lanjut Boni. " Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran. " tambahnya.
Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker
ginjal. Adadua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabayaini. Pasien
pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi.
Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal.. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia . Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai "ter-kun" atau dokter-dukun. . "Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern," kata dokter tersebut.
Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan
sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III,
pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. "Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi," sambung Boni sambil tertawa.
Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan.
Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker
payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas,
dan hepatitis.
Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial
"Cancer Care Indonesia "
beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta ,
telp : 021-4894745,
dibawah ini isi email yg masuk:
Subject: Obat Kanker (Mohon Disebarkan)
bismillahirrohmaani rrohim
Assalamu'alaikum WaRahmatullahi WaBarakahtuh,
Mohon EMail / info dibawah ini
diteruskan / disebarkan kepada Saudara Saudara yang lain .....
siapa tahu ada yang membutuhkan ....
Terima Kasih,
Selamat & Salam
Semoga bermanfaat ....
Dear Rekan rekan
Semoga bermanfaat

JIKA ANDA MAU BERBAIK HATI TERHADAP SESAMA....
TOLONG SEBARKAN INFORMASI INI...
Penyakit Kanker
Sudah Tidak Berbahaya Lagi
Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman
"KELADI TIKUS" (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.
Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. "Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia .
Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti
Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.
Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker
payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus
menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.
"Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan
kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi.
Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan
informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. "Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysiauntuk membeli teh tersebut," ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996.
"Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi,
tapi langsung pulang ke Indonesia ," kenang Patoppoi sambil tersenyum. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.
Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman
tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata,
mereka menemukan tanaman itu di sana . Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di
Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.
Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. "Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.
Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. "Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal," lanjut Boni.
Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh
mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ," kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya.. "Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami," lanjut Patoppoi.
Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar
mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan
pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali."Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil tertawa.
Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi
Dr.Teo melalui fax untukmenginformasik an bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr . Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia.
Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. "Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan.. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.
Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi..
Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos.
Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi,
karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.
Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur
Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang , Malaysia . Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut
mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia . Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live" edisi
revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr.. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya . Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di
Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta , telp. 021-4894745,
dan di Buduran, Sidoarjo.
Cancer Care Malaysiatelah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. "Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita," kata Boni.
Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax ke Dr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus
obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit Malaysia ," lanjut Boni. " Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran. " tambahnya.
Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker
ginjal. Adadua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabayaini. Pasien
pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi.
Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal.. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia . Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai "ter-kun" atau dokter-dukun. . "Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern," kata dokter tersebut.
Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan
sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III,
pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. "Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi," sambung Boni sambil tertawa.
Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan.
Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker
payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas,
dan hepatitis.
Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial
"Cancer Care Indonesia "
beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta ,
telp : 021-4894745,
Wednesday, January 21, 2009
How to partition and formating HDD external
Anda punya HDD external?? bila baru beli tentunya.. hdd tersebut tidak bisa langsung kita pergunakan.. karena harus kita format terlebih dahulu...atau akan lebih baik bila kapasitas HDD itu besar, kita bisa mempartisinya (membagi kapasitas hdd).
Bagaimana caranya?? sangat mudah sekali, bila Anda pengguna Windows Xp, kita bisa gunakan fasilitas yg sudah di sediakan oleh XP, yaitu menggunakan "Disk Management".
Langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Plug Hdd external yg akan kita format atau partisi (jangan aneh..karena tidak akan terditeksi oleh windows karena masih unpartisi)
2. Masuk ke ControlPanel dan pilih Administrative Tools>>Computer Management>>Disk Management (bila sudah di plug hddnya pasti akan muncul WIZARD dan kita pilih YES)
3. Maka secara otomatis HDD yg baru, misal akan dinamai "DISK1"
4. Pilih DISK1 / pada hdd yg baru tersebut, dan klik kanan pilih NEW PARTITION, pilih tipe partisi Primary atau Extended dan masukan nilai partisinya!
5. Setelah di partisi maka sekarang kita bisa lakukan FORMATING, klik kanan pada partisi yg akan di format lalu pilih FORMAT, didalamnya kita akan memilih tipe file format: ada NTFS dan FAT32. dan beri label pada HDD disesuaikan!
nb: pesen dari bang jo, bila ingin HDD anda bisa di write pada LINUX atau MAC gunakanlah tipe file sistemnya FAT32. bila menggunakan NTFS, di LINUX dan MAC hdd hanya bisa di read saja, tetapi tidak bisa di write! mohon dikoreksi bila itu salah...
Setelah itu, tunggu saja sampai proses FORMATING selesai... good luck!!
Bagaimana caranya?? sangat mudah sekali, bila Anda pengguna Windows Xp, kita bisa gunakan fasilitas yg sudah di sediakan oleh XP, yaitu menggunakan "Disk Management".
Langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Plug Hdd external yg akan kita format atau partisi (jangan aneh..karena tidak akan terditeksi oleh windows karena masih unpartisi)
2. Masuk ke ControlPanel dan pilih Administrative Tools>>Computer Management>>Disk Management (bila sudah di plug hddnya pasti akan muncul WIZARD dan kita pilih YES)
3. Maka secara otomatis HDD yg baru, misal akan dinamai "DISK1"
4. Pilih DISK1 / pada hdd yg baru tersebut, dan klik kanan pilih NEW PARTITION, pilih tipe partisi Primary atau Extended dan masukan nilai partisinya!
5. Setelah di partisi maka sekarang kita bisa lakukan FORMATING, klik kanan pada partisi yg akan di format lalu pilih FORMAT, didalamnya kita akan memilih tipe file format: ada NTFS dan FAT32. dan beri label pada HDD disesuaikan!
nb: pesen dari bang jo, bila ingin HDD anda bisa di write pada LINUX atau MAC gunakanlah tipe file sistemnya FAT32. bila menggunakan NTFS, di LINUX dan MAC hdd hanya bisa di read saja, tetapi tidak bisa di write! mohon dikoreksi bila itu salah...
Setelah itu, tunggu saja sampai proses FORMATING selesai... good luck!!
Monday, January 19, 2009
How to Remove w32/Sality.AE
hmm.. kejadiannya... kmaren sore...
"kRIng..kring".. suara telp berdering...
x: "mas.. ini laptop kena virus..."
gw: "ya udah di bawa saja ke ruangan saya"
dan setelah diantarkan oleh salah satu OB, saya mulai ngoprek2 tuh laptop
dan..ternyata terkena komplikasi.... banyak bgt trojan, malware, dan virus2 local..
sudah berbagai cara.. namun hasilnya kurang maksimal...
tetap saja registerynya tidak bisa di update..selalu sajah..di lock
tapi sudah diketahui salah satu virus yg bercokol adalah w32/sality.AE dan beberapa program jahat lainnya dan itu berakibat / bergejala seperti ini:
1. komputer jadi agak lemot
2. semua .exe terinfeksi
3. tidak bisa menginstall Antivirus atau firewall di lock
4. taskmanger, regedit, hiden folder.. semua di lock
akhirnya setelah keesokan harinya, tmn saya bung jo memberikan saran yg manjur
coba pake ini:
langkah pertama scan computer dengan NORMAN WORM REMOVAL
http://www.norman.com/Virus/Virus_removal_tools/24789/
setelah selesai bisa gunakan COMBOFIX untuk memperbaiki Registry ke awal
http://download.bleepingcomputer.com/sUBs/ComboFix.exe
nb:
bila.. virus sudah parah alias akut...
langkah yg harus dilakukan adalah mencabut HDD yg terinfeksi
dan di slave ke komputer yg bersih dan lakukan scan dengan tool di atas!!
bila cara tadi sudah tidak bisa juga....
FORMAT sajalah... GOODLUCK
hehehehehehehehehe
"kRIng..kring".. suara telp berdering...
x: "mas.. ini laptop kena virus..."
gw: "ya udah di bawa saja ke ruangan saya"
dan setelah diantarkan oleh salah satu OB, saya mulai ngoprek2 tuh laptop
dan..ternyata terkena komplikasi.... banyak bgt trojan, malware, dan virus2 local..
sudah berbagai cara.. namun hasilnya kurang maksimal...
tetap saja registerynya tidak bisa di update..selalu sajah..di lock
tapi sudah diketahui salah satu virus yg bercokol adalah w32/sality.AE dan beberapa program jahat lainnya dan itu berakibat / bergejala seperti ini:
1. komputer jadi agak lemot
2. semua .exe terinfeksi
3. tidak bisa menginstall Antivirus atau firewall di lock
4. taskmanger, regedit, hiden folder.. semua di lock
akhirnya setelah keesokan harinya, tmn saya bung jo memberikan saran yg manjur
coba pake ini:
langkah pertama scan computer dengan NORMAN WORM REMOVAL
http://www.norman.com/Virus/Virus_removal_tools/24789/
setelah selesai bisa gunakan COMBOFIX untuk memperbaiki Registry ke awal
http://download.bleepingcomputer.com/sUBs/ComboFix.exe
nb:
bila.. virus sudah parah alias akut...
langkah yg harus dilakukan adalah mencabut HDD yg terinfeksi
dan di slave ke komputer yg bersih dan lakukan scan dengan tool di atas!!
bila cara tadi sudah tidak bisa juga....
FORMAT sajalah... GOODLUCK
hehehehehehehehehe
Wednesday, November 26, 2008
foto bergaya ala artis? gampang kok
udah pernah buka www.photofunia.com ?
klo belum pernah..coba masuk deg... itu akan sangat menyenangkan..
jadi.. saya agak norax berkomentar foto FS teman saya sodara Firman.
gw: "keren primary pic lo man?"
firman: "ah.. gampang.. coba ajah masuk ke www.photofunia.com! tinggal generate langsung jadi!!!"
hehehehehe, WOW..
so simple..
coba deh..
ni salah satu hasil dari www.photofunia.com
klo belum pernah..coba masuk deg... itu akan sangat menyenangkan..
jadi.. saya agak norax berkomentar foto FS teman saya sodara Firman.
gw: "keren primary pic lo man?"
firman: "ah.. gampang.. coba ajah masuk ke www.photofunia.com! tinggal generate langsung jadi!!!"
hehehehehe, WOW..
so simple..
coba deh..
ni salah satu hasil dari www.photofunia.com

How to Remove W32.Downadup
Selasa, 25 November 2008, 18:23 pm
email masuk ke kotak email...truing...
ternyata dari Pa Widi yg merupakan rekan saya. Isi email tersebut penting juga mungkin di share bagi para administrator atau yg bertanggung jawab di jaringan...isinya sbb:
sepertinya cuma iklan saja dan pengumpul traffic kebiasaan browsing, tapi lama2 memakan bandwidth yg cukup besar juga.
segera block traffic dari local net ke :
- http://trafficconverter.biz dan
- 84.16.252.73
bila masih ada traffic user ke destination tersebut, lakukan langkah berikut di pc yg berangkutan:
How to Remove W32.Downadup:
by precisesecurity
November 24th, 2008 at 2:06 am
1. Temporarily Disable System Restore (Windows Me/XP). [how to]
2. Update the virus definitions.
3. Reboot computer in SafeMode [how to]
4. Run a full system scan and clean/delete all infected file(s)
5. Delete/Modify any values added to the registry. [how to edit registry]
Navigate to and delete the following registry entry:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\netsvcs\Parameters \”ServiceDll” = “[PATH OF WORM EXECUTABLE]”
6. Exit registry editor and restart the computer.
7. In order to make sure that threat is completely eliminated from your computer, carry out a full scan of your computer using AntiVirus and Antispyware Software.
semoga membantu,
terima kasih.
widi,
email masuk ke kotak email...truing...
ternyata dari Pa Widi yg merupakan rekan saya. Isi email tersebut penting juga mungkin di share bagi para administrator atau yg bertanggung jawab di jaringan...isinya sbb:
sepertinya cuma iklan saja dan pengumpul traffic kebiasaan browsing, tapi lama2 memakan bandwidth yg cukup besar juga.
segera block traffic dari local net ke :
- http://trafficconverter.biz dan
- 84.16.252.73
bila masih ada traffic user ke destination tersebut, lakukan langkah berikut di pc yg berangkutan:
How to Remove W32.Downadup:
by precisesecurity
November 24th, 2008 at 2:06 am
1. Temporarily Disable System Restore (Windows Me/XP). [how to]
2. Update the virus definitions.
3. Reboot computer in SafeMode [how to]
4. Run a full system scan and clean/delete all infected file(s)
5. Delete/Modify any values added to the registry. [how to edit registry]
Navigate to and delete the following registry entry:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\netsvcs\Parameters \”ServiceDll” = “[PATH OF WORM EXECUTABLE]”
6. Exit registry editor and restart the computer.
7. In order to make sure that threat is completely eliminated from your computer, carry out a full scan of your computer using AntiVirus and Antispyware Software.
semoga membantu,
terima kasih.
widi,
Subscribe to:
Posts (Atom)

